Nama : Sri Dewi Eka Sari / 12108362 / 4KA17
Manajemen Data pada Telematika
Manajemen
data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data
yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Sebagai contoh
adalah layanan Client-Server.
Client-Server
merupakan sebuah kemampuan dan layanan komputer untuk meminta request dan
menjawab request data ke komputer lain. Setiap instance dari komputer yang
meminta layanan/request disebut sebagai client dan setiap instance yang
menyediakan/memberikan layanan atau menjawab request disebut server. Data yang
diminta oleh client diambil dari database pada sisi server (server side) yang
sering disebut database server.
Client
server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi
beban proses loading antara client dan server. Pada awalnya pengertian client
server adalah sebuah sistem yang saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang
memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi
sebagai server atau biasa disebut 2-Tier.
Ada
beberapa pengertian lagi tentang client-server ini, tetapi pada intinya client
server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling
berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Karakteristik
Client Server
Client
dan Server merupakan suatu proses terpisah yang dapat bekerja sama pada suatu
jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas / proses seperti dibawah ini:
- Shared resource
yaitu server bisa melayani beberapa client pada saat yang bersamaan dan
mengatur pengaksesan sumber data.
- Asymmetrical
Protocol yaitu antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client
memulai komunikasi dengan server dengan mengirim request ke server. Server
menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi
callback.
- Transparency
Location yaitu proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau
terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server
dari client.
- Message-based-exchange
yaitu antara client dan server berkomunikasi dengan bertukar message.
- Encapsulation
of service yaitu message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
- Scalability
yaitu sistem client-server dapat dilakukan baik vertical maupun horizontal.
- Integrity
yaitu data server diatur secara terpusat, sedangkan client tetap pada komputer
tersendiri.
Berikut
ini adalah keuntungan dari Client-Server :
- Client-server
mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
- Mudah dalam melakukan maintenance.
- Memungkinkan untuk mengganti dan memperbaiki server tanpa mengganggu client.
- Semua data disimpan di server. Dan server dapat memonitor akses terhadap
resources, hanya yang memiliki ijin saja.
- Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah.
- Mendukung banyak client yang berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.
Berikut
ini adalah kelemahan dari Client-Server :
- Traffic
congestion on the network, jika terlalu banyak client yang mengakses ke server
secara simultan dan banyak, maka bisa terjadi overload pada server.
- Pada client-server, ada kemungkinan pada server fail.
Arsitektur Client/Server
- Menggunakan
LAN untuk mendukung jaringan PC
- Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri
- Berbagi
hardware atau software.
Arsitektur File Server
- Model
pertama Client/Server.
- Semua
pemrosesan dilakukan pada sisi workstation.
- Satu atau
beberapa server terhubungkan dalam jaringan.
- Server
bertindak sebagai file server.
- File
server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file
tersebut.
- Setiap
klien dilengkapi DBMS tersendiri.
- DBMS
berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server.
- Aktivitas
pada klien: - Meminta data - Meminta
penguncian data
Batasan File Server
- Beban
jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke
klien melalui jaringan.
- Setiap
klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori.
- Klien
harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang
bagus.
- Salinan
DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara
bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer.
Arsitektur DataBase Server
- Klien
bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian
data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).
- Database
server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.
- Database
serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi.
- Beban
jaringan menjadi berkurang.
- Otentikasi
pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada
database server.
- Database
server merupakan implementasi dari two-tier architecture
Sumber :