Rabu, 23 November 2011

Tugas Pengantar Telematika #

Nama : Sri Dewi Eka Sari / 12108362 / 4KA17
Manajemen Data pada Telematika

   Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Sebagai contoh adalah layanan Client-Server.

   Client-Server merupakan sebuah kemampuan dan layanan komputer untuk meminta request dan menjawab request data ke komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan/request disebut sebagai client dan setiap instance yang menyediakan/memberikan layanan atau menjawab request disebut server. Data yang diminta oleh client diambil dari database pada sisi server (server side) yang sering disebut database server.

   Client server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Pada awalnya pengertian client server adalah sebuah sistem yang saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi sebagai server atau biasa disebut 2-Tier.

    Ada beberapa pengertian lagi tentang client-server ini, tetapi pada intinya client server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.


 Karakteristik Client Server 

Client dan Server merupakan suatu proses terpisah yang dapat bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas / proses seperti dibawah ini:
  • Shared resource yaitu server bisa melayani beberapa client pada saat yang bersamaan dan mengatur pengaksesan sumber data. 
  • Asymmetrical Protocol yaitu antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan server dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
  • Transparency Location yaitu proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
  • Message-based-exchange yaitu antara client dan server berkomunikasi dengan bertukar message. 
  • Encapsulation of service yaitu message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
  • Scalability yaitu sistem client-server dapat dilakukan baik vertical maupun horizontal.  
  • Integrity yaitu data server diatur secara terpusat, sedangkan client tetap pada komputer tersendiri. 
Berikut ini adalah keuntungan dari Client-Server :

  • Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi. 
  • Mudah dalam melakukan maintenance. 
  • Memungkinkan untuk mengganti dan memperbaiki server tanpa mengganggu client.
  • Semua data disimpan di server. Dan server dapat memonitor akses terhadap resources, hanya yang memiliki ijin saja.
  • Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah.
  • Mendukung banyak client yang berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.
Berikut ini adalah kelemahan dari Client-Server :

  • Traffic congestion on the network, jika terlalu banyak client yang mengakses ke server secara simultan dan banyak, maka bisa terjadi overload pada server. 
  • Pada client-server, ada kemungkinan pada server fail.
Arsitektur Client/Server
  • Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC 
  • Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri 
  • Berbagi hardware atau software.
Arsitektur File Server

  • Model pertama Client/Server.
  • Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation.
  • Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan.
  • Server bertindak sebagai file server.
  • File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.
  • Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri.
  • DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server.
  • Aktivitas pada klien: - Meminta data  - Meminta penguncian data
Batasan File Server 
  • Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan
  • Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori
  • Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus
  • Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer.
Arsitektur DataBase Server
  •  Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis). 
  • Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database. 
  • Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi
  • Beban jaringan menjadi berkurang
  • Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server
  • Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture  
Sumber : 







 

0 komentar:

Posting Komentar